RUANG BELAJAR CEKFAKTA
Literasi Media
Kenali ciri-ciri hoaks dan latih kebiasaan berpikir kritis sebelum mempercayai atau membagikan informasi.
CFThink
twice.
twice.
Checklist cepat
Ciri-ciri berita hoaks
- Judul terlalu provokatif/emosional dibanding isinya
- Tidak menyebutkan sumber, penulis, atau tanggal yang jelas
- Meminta kamu membagikan sebelum "keburu dihapus"
- Foto/video terlihat janggal atau diambil dari konteks berbeda
- Isinya menimbulkan kemarahan atau ketakutan berlebih
- Tidak ditemukan di media resmi manapun saat dicari
Bacaan pilihan
Artikel Panduan
Dasar
Judul Bombastis, Waspada
Kenapa judul yang terlalu emosional atau clickbait sering jadi tanda pertama berita tidak akurat.
Judul yang penuh tanda seru, huruf kapital semua, atau kalimat yang sengaja bikin penasaran/marah adalah salah satu ciri paling umum dari konten yang tidak akurat. Media resmi biasanya menulis judul secara faktual dan proporsional dengan isi beritanya.
Kalau kamu menemukan judul seperti "HEBOH!!! Ternyata Selama Ini Kita Dibohongi!" tanpa nama sumber atau tanggal jelas, itu sinyal untuk berhenti sejenak. Baca dulu isi lengkapnya sebelum bereaksi atau membagikan.
Trik sederhana: coba baca ulang judul itu, dan tanyakan pada diri sendiri, apakah judul ini menjelaskan fakta, atau cuma memancing emosi? Kalau condong ke emosi, cek dulu ke sumber lain sebelum percaya.
Kalau kamu menemukan judul seperti "HEBOH!!! Ternyata Selama Ini Kita Dibohongi!" tanpa nama sumber atau tanggal jelas, itu sinyal untuk berhenti sejenak. Baca dulu isi lengkapnya sebelum bereaksi atau membagikan.
Trik sederhana: coba baca ulang judul itu, dan tanyakan pada diri sendiri, apakah judul ini menjelaskan fakta, atau cuma memancing emosi? Kalau condong ke emosi, cek dulu ke sumber lain sebelum percaya.
Dasar
Cek Sumber Sebelum Percaya
Cara cepat menelusuri siapa penulis dan penerbit sebuah berita sebelum membagikannya.
Sebelum percaya sebuah berita, cek dulu tiga hal: siapa penulisnya, media apa yang menerbitkan, dan kapan diterbitkan. Media kredibel biasanya mencantumkan nama penulis, punya halaman "Tentang Kami" yang jelas, dan alamat redaksi yang bisa ditelusuri.
Kalau sebuah "berita" cuma berupa gambar/teks tanpa nama situs sama sekali (misalnya cuma di-forward lewat WhatsApp), itu bukan berita, itu klaim yang belum terverifikasi.
Coba juga googling nama medianya. Kalau nggak ada media lain yang mengutip atau membahas hal yang sama, apalagi kalau kejadiannya besar, itu patut dicurigai.
Kalau sebuah "berita" cuma berupa gambar/teks tanpa nama situs sama sekali (misalnya cuma di-forward lewat WhatsApp), itu bukan berita, itu klaim yang belum terverifikasi.
Coba juga googling nama medianya. Kalau nggak ada media lain yang mengutip atau membahas hal yang sama, apalagi kalau kejadiannya besar, itu patut dicurigai.
Dasar
Beda Fakta, Opini, dan Propaganda
Belajar membedakan tiga jenis informasi yang sering tertukar di media.
Fakta adalah sesuatu yang bisa dibuktikan dan diverifikasi, misalnya data resmi atau kejadian yang direkam banyak saksi. Opini adalah pandangan atau penilaian seseorang atas suatu fakta, boleh berbeda-beda tapi tidak bisa disebut benar/salah secara mutlak.
Propaganda lebih berbahaya: ini adalah penyajian informasi (kadang fakta yang dipelintir, kadang murni bohong) dengan tujuan menggiring opini publik ke arah tertentu, biasanya demi kepentingan politik atau ekonomi.
Cara membedakannya: fakta biasanya netral dan bisa dicek ulang, opini biasanya ditandai kata seperti "menurut saya" atau "seharusnya", sementara propaganda sering pakai bahasa yang sangat emosional dan satu sisi saja, tanpa ruang untuk sudut pandang lain.
Propaganda lebih berbahaya: ini adalah penyajian informasi (kadang fakta yang dipelintir, kadang murni bohong) dengan tujuan menggiring opini publik ke arah tertentu, biasanya demi kepentingan politik atau ekonomi.
Cara membedakannya: fakta biasanya netral dan bisa dicek ulang, opini biasanya ditandai kata seperti "menurut saya" atau "seharusnya", sementara propaganda sering pakai bahasa yang sangat emosional dan satu sisi saja, tanpa ruang untuk sudut pandang lain.