RUANG BELAJAR CEKFAKTA
Literasi Media
Kenali ciri-ciri hoaks dan latih kebiasaan berpikir kritis sebelum mempercayai atau membagikan informasi.
CFThink
twice.
twice.
Checklist cepat
Ciri-ciri berita hoaks
- Judul terlalu provokatif/emosional dibanding isinya
- Tidak menyebutkan sumber, penulis, atau tanggal yang jelas
- Meminta kamu membagikan sebelum "keburu dihapus"
- Foto/video terlihat janggal atau diambil dari konteks berbeda
- Isinya menimbulkan kemarahan atau ketakutan berlebih
- Tidak ditemukan di media resmi manapun saat dicari
Bacaan pilihan
Artikel Panduan
AI & Deepfake
Mengenali Foto/Video Hasil AI
Detail kecil (tangan, bayangan, tekstur) yang sering jadi celah gambar buatan AI.
Gambar buatan AI sering punya kejanggalan di detail kecil: jari tangan yang jumlahnya salah atau bentuknya aneh, pola pada kain/tekstil yang tidak masuk akal kalau diperhatikan dekat, bayangan yang arahnya tidak konsisten dengan sumber cahaya, atau teks di latar belakang (misalnya di baju atau papan) yang jadi huruf acak tidak bermakna.
Untuk video, perhatikan gerakan bibir yang tidak pas dengan suara, kedipan mata yang terlalu jarang/tidak natural, atau tekstur kulit yang terlalu halus/mulus secara tidak wajar.
Semakin ke sini, teknologi AI makin canggih dan kejanggalan ini makin sulit dilihat mata telanjang, jadi kombinasikan juga dengan cek sumber dan konteks, bukan cuma mengandalkan mata.
Untuk video, perhatikan gerakan bibir yang tidak pas dengan suara, kedipan mata yang terlalu jarang/tidak natural, atau tekstur kulit yang terlalu halus/mulus secara tidak wajar.
Semakin ke sini, teknologi AI makin canggih dan kejanggalan ini makin sulit dilihat mata telanjang, jadi kombinasikan juga dengan cek sumber dan konteks, bukan cuma mengandalkan mata.
AI & Deepfake
Suara Deepfake Makin Mirip Asli
Kenapa memverifikasi audio kini sama pentingnya dengan memverifikasi teks dan gambar.
Teknologi kloning suara sekarang cuma butuh beberapa detik rekaman asli seseorang untuk bisa meniru suaranya dengan sangat mirip, termasuk nada bicara dan aksen. Ini sudah dipakai untuk penipuan, misalnya suara palsu "anak" atau "atasan" yang meminta transfer uang mendesak.
Tanda yang perlu diwaspadai: permintaan yang sangat mendesak dan melibatkan uang/data sensitif, kualitas audio yang sedikit tidak natural (nada datar, jeda aneh), atau permintaan yang tidak biasa dari orang tersebut.
Kalau ragu, selalu verifikasi lewat jalur lain, misalnya telepon balik ke nomor yang sudah kamu simpan sebelumnya, bukan nomor yang menghubungi kamu.
Tanda yang perlu diwaspadai: permintaan yang sangat mendesak dan melibatkan uang/data sensitif, kualitas audio yang sedikit tidak natural (nada datar, jeda aneh), atau permintaan yang tidak biasa dari orang tersebut.
Kalau ragu, selalu verifikasi lewat jalur lain, misalnya telepon balik ke nomor yang sudah kamu simpan sebelumnya, bukan nomor yang menghubungi kamu.
AI & Deepfake
Kenapa AI Bisa Salah Juga
Batasan alat deteksi berbasis AI (termasuk CekFakta) dan kenapa verifikasi manusia tetap penting.
Alat deteksi hoaks berbasis AI, termasuk yang dipakai di CekFakta, bekerja dengan mencari dan membandingkan informasi dari berbagai sumber di internet. Tapi AI tetap punya keterbatasan: ia bisa salah menafsirkan konteks, sumber yang ditemukannya bisa saja juga keliru, atau untuk topik yang sangat baru, belum ada cukup informasi di internet untuk dibandingkan.
Itu kenapa hasil analisis AI sebaiknya dianggap sebagai titik awal, bukan vonis final. Selalu cek juga sumber yang direkomendasikan, dan gunakan penilaian kamu sendiri.
Di CekFakta, kamu juga bisa melaporkan kalau merasa hasil analisisnya kurang tepat, supaya tim bisa meninjau ulang.
Itu kenapa hasil analisis AI sebaiknya dianggap sebagai titik awal, bukan vonis final. Selalu cek juga sumber yang direkomendasikan, dan gunakan penilaian kamu sendiri.
Di CekFakta, kamu juga bisa melaporkan kalau merasa hasil analisisnya kurang tepat, supaya tim bisa meninjau ulang.